Pekanbaru, PP – Menjelang satu tahun masa kepemimpinannya pada 20 Februari 2026, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memaparkan sejumlah capaian utama Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, terutama dalam pembenahan keuangan daerah dan reformasi tata kelola birokrasi.
Dalam pertemuan bersama ketua RT dan RW se-Kota Pekanbaru, Agung menjelaskan bahwa pada awal masa jabatan dirinya bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar, Pemko dihadapkan pada beban utang daerah sebesar Rp470 miliar. Namun melalui pengelolaan anggaran yang disiplin dan terukur, kewajiban tersebut berhasil diselesaikan tanpa menghambat agenda pembangunan.
Ia menegaskan, di tengah proses penuntasan utang, pemerintah tetap mampu merealisasikan pembangunan infrastruktur, termasuk perbaikan dan pembangunan jalan sepanjang 42 kilometer di berbagai wilayah kota.
Selain infrastruktur, Pemko juga memastikan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) berjalan lancar. Pada sektor pendidikan dan sosial, Agung menekankan komitmen agar tidak ada lagi anak di Pekanbaru yang putus sekolah. Program bantuan pendidikan bagi warga kurang mampu akan terus dilanjutkan, seiring upaya penanganan stunting dan pembaruan data penerima bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
Untuk mempercepat pelayanan publik, Pemko Pekanbaru meluncurkan program Satu ASN Satu RW. Melalui kebijakan ini, setiap RW didampingi satu aparatur sipil negara (ASN) sebagai penghubung langsung antara masyarakat dan pemerintah kota, sehingga aspirasi warga dapat tersampaikan lebih cepat tanpa hambatan birokrasi panjang.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap peran RT dan RW sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat, Wali Kota juga berencana menaikkan honorarium mereka pada tahun anggaran berjalan. Kajian teknis terkait kebijakan tersebut tengah disiapkan oleh Sekretaris Daerah.
Agung menegaskan, peningkatan pendapatan daerah harus diimbangi dengan belanja yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat agar pembangunan Kota Pekanbaru dapat berlangsung secara berkelanjutan.
(Riaupos/PP)

Posting Komentar