Labuhanbatu-potretpublik.com Camat Rantau Selatan Maimun Saleh Ritonga,S.AP menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kinerja seluruh Lurah se-Kecamatan Rantau Selatan yang telah bekerja secara rendah hati melayani masyarakat dengan kinerja profesional, berintegritas, penuh tanggung jawab dan ikut bertanggung jawab mengawal serta mensukseskan visi LABUHANBATU CERDAS DAN BERSINAR, MEMBANGUN DESA, MENATA KOTA.
Adapun 9 Kelurahan se-Kecamatan Rantau Selatan tersebut adalah Kelurahan Bakaran Batu, Danau Bale, Lobusona, Perdamean, Sidorejo, Sigambal, Sioldengan, Ujung Bandar dan Urung Kompas.
Apresiasi yang sama juga disampaikan kepada seluruh Kepala Lingkungan se-Kecamatan Rantau Selatan yang telah bersinergi bersama Lurah memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sangat baik, penuh rasa peduli dan senantiasa menjaga silaturahmi pada warga di lingkungannya masing-masing.
Hal tersebut disampaikan Camat saat menerima audiensi Ketua Tim JITU "Jurnalis Indonesia Transformasi Utamakan" Kabupaten Labuhanbatu Ismail Alex, M.I Perangin-angin didampingi didampingi Pengurus TIM JITU, Bambang Fadillah, S.H dan Nelma Suryani diruang kerja kantor Camat Rantau Selatan, Rabu (24/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Ketua Tim JITU menyampaikan gagasan akan meminta kepada Ibu Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M agar tahun 2026 ini Pemkab Labuhanbatu melaksanakan transaksi PAD melalui sistem digital non tunai QRIS Bank Sumut untuk mencegah kebocoran sumber PAD.
Ketua Tim JITU menegaskan, "Tim JITU mendukung penuh digitalisasi PAD melalui QRIS Bank Sumut yang sebenarnya sudah dicanangkan Bupati Labuhanbatu dr. H. Erik Adtrada Ritonga, MKM pada tahun 2022, namun hingga kini belum optimal. Kami mendorong Ibu Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM untuk melanjutkan dan menuntaskan program baik tersebut."
Menanggapi hal tersebut Camat secara tegas sangat mendukung gagasan tersebut.
"Saya sangat mendukung gagasan dari Ketua Tim JITU, Ismail Alex, M.I Perangin-angin. Penerapan QRIS ini harus dimaksimalkan di semua sektor retribusi mulai dari pasar, parkir, kebersihan, reklame hingga PBB agar tercipta tata kelola yang transparan dan akuntabel," tegas Maimun Saleh Ritonga.
Camat menegaskan telah membentuk tim work bersama 9 Lurah untuk menggali potensi PAD dan peningkatan PBB di masing-masing wilayah.
Camat menambahkan bahwa Pemotongan anggaran daerah dari pusat, seperti pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD), dipandang sebagai pendorong kemandirian fiskal dan inovasi oleh pemerintah pusat. Walaupun sering dikeluhkan daerah karena mempersempit ruang gerak pembangunan, penyesuaian ini membawa pesan kuat agar pemerintah daerah (pemda) tidak terus-menerus bergantung pada anggaran pusat dan disinilah setiap pemimpin membutuhkan pemikiran cerdas dalam mencari solusi.
Untuk mengatasi pemotongan anggaran dari pusat, pemerintah daerah (pemda) wajib mengalihkan fokus dari ketergantungan fiskal (grant-seeking behavior) menjadi kemandirian fiskal (revenue-generating behavior). Berikut adalah solusi strategis yang dapat diterapkan, dibagi berdasarkan garis waktu eksekusi:
1. Solusi Jangka Pendek: Triage & Efisiensi Anggaran (0–6 Bulan). Ketika anggaran mendadak dipangkas, pemda harus segera menyelamatkan pos pengeluaran wajib (mandatory spending).
2. Solusi Jangka Menengah: Reformasi Struktur PAD (6–18 Bulan). Daerah harus mulai menciptakan uang sendiri melalui pemanfaatan aset dan regulasi yang ada.
3. Solusi Jangka Panjang: Skema Pembiayaan Kreatif (Di atas 18 Bulan). Simulasi Pergeseran Struktur Anggaran yang Ideal. Agar daerah selamat dari pemotongan pusat, komposisi APBD harus digeser dari ketergantungan Dana Transfer (TKD) menuju kemandirian PAD.
Sisi lain, Ketua Tim JITU, Ismail Alex, M.I Perangin-angin menambahkan 4 solusi konkret mengatasi pemotongan anggaran daerah:
1. Terapkan Digitalisasi Pajak: Pasang alat perekam transaksi (tapping box) di hotel dan restoran secara massal untuk menutup kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
2. Pangkas Belanja Rutin: Potong anggaran perjalanan dinas (kunker), rapat hotel, dan pengadaan mobil dinas baru hingga 50%, lalu alihkan dananya untuk pelayanan dasar.
3. Cairkan Dana SiLPA: Segera gunakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran tahun lalu yang mengendap di bank untuk mendanai program mendesak melalui APBD Perubahan.
4. Gunakan Pendanaan Swasta (KPBU): Bangun infrastruktur fasilitas umum (seperti pasar atau rumah sakit) menggunakan modal swasta lewat skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha agar tidak membebani APBD.
Di akhir pertemuan Camat menutup dengan pesan: "Mari kita hilangkan ego sektoral. Saya mengajak seluruh Lurah dan Kepala Lingkungan se-Kecamatan Rantau Selatan untuk tetap rendah hati melayani, bekerja profesional, dan selalu hadir di tengah masyarakat. Kita harus buktikan bahwa Kecamatan Rantau Selatan adalah garda terdepan dalam mensukseskan visi Ibu Bupati yakni LABUHANBATU CERDAS DAN BERSINAR, MEMBANGUN DESA, MENATA KOTA. Dengan kebersamaan dan silaturahmi, insyaallah pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik," tutup Camat Maimun Saleh Ritonga, S.AP.
Acara ditutup dengan foto bersama Acara ditutup dengan foto bersama Camat Rantau Selatan didampingi KASI PERIZINAN, ibu Nani dan STAF PEMERINTAH, Abdi Rahman Napitupulu, SP dengan Ketua Tim JITU, Ismail Alex, M.I Perangin-angin didampingi Pengurus TIM JITU, Bambang Fadillah, S.H dan Nelma Suryani Camat Rantau Selatan

إرسال تعليق