Raih WTP 2025 dan Serapan 88,36%, TIM JITU Apresiasi Komitmen Pemkab Labuhanbatu

 



Rantauprapat -potretpublik.comCapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 yang diraih Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu mendapat apresiasi dari TIM JITU "Jurnalis Indonesia Transformasi Utama', Untuk Labuhanbatu (TIM JITU).


Opini WTP tersebut diserahkan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara, Paula Henry Simatupang, kepada Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, http://Sp.OG., M.K.M. di Medan, pada 29 Mei 2026.


Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, http://Sp.OG., M.K.M. menyampaikan capaian WTP merupakan hasil dedikasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menjaga pengelolaan keuangan yang baik untuk mendukung visi Labuhanbatu Cerdas dan Bersinar, Membangun Desa, Menata Kota.


Menanggapi capaian tersebut saat dimintai tanggapan tim wartawan di Labuhanbatu, Selasa (22/9/2026), _Ketua TIM JITU, Ismail Alex Perangin-angin, yang mana beliau juga aktivis anti korupsi menjabat Pengurus DPP LSM Corruption Indonesia Functionary Observation Reign (CIFOR) atau NGO (Non Governmental Organization) didampingi Sekretaris Junaidi Marpaung yang merupakan jurnalis berprestasi_ mengatakan apresiasinya.


*WTP Adalah Fondasi Labuhanbatu Cerdas dan Bersinar*


Ismail Alex menjelaskan, opini WTP bermakna BPK menilai laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).


"Ini bukti nyata komitmen Ibu Bupati dr. Hj. Maya Hasmita, http://Sp.OG., M.K.M. dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang Cerdas dan Bersinar. WTP ini adalah fondasi untuk Membangun Desa dan Menata Kota," ujar Ismail Alex.


*Serapan 88,36% Sebagai Modal Menata Kota dan Membangun Desa*


Di sisi lain, TIM JITU juga mencermati dokumen resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yakni Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/598/KPTS/2026 tentang Evaluasi Ranperda Pertanggungjawaban APBD Kabupaten Labuhanbatu TA 2025.


Dalam dokumen tersebut, realisasi belanja daerah tercatat sebesar 88,36 persen. Dari target belanja sekitar Rp1,524 triliun, realisasinya sekitar Rp1,347 triliun.


Sekretaris TIM JITU Junaidi Marpaung yang merupakan jurnalis berprestasi menjelaskan agar publik tidak salah tafsir terhadap angka 88,36 persen tersebut.


"Pertama, kita harus bedakan dua hal. WTP itu adalah opini atas kewajaran penyajian laporan keuangan. Sedangkan 88,36 persen itu adalah indikator kinerja pelaksanaan anggaran. Keduanya saling melengkapi, bukan saling meniadakan. WTP membuktikan laporannya akuntabel, 88,36 persen membuktikan belanjanya hati-hati dan efisien," jelas Junaidi.


Kedua, lanjut Junaidi, sisa 11,64 persen atau sekitar Rp177 miliar bukanlah kebocoran, melainkan SiLPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang sah secara regulasi.


"SiLPA ini terjadi karena beberapa faktor teknis yang sangat wajar dalam tata kelola keuangan daerah. Misalnya, efisiensi hasil lelang, dimana pagu anggaran lebih besar dari harga penawaran pemenang lelang. Ada juga faktor kehati-hatian pimpinan, dimana kegiatan yang belum siap secara regulasi atau administrasinya, lebih baik tidak dipaksakan untuk dibelanjakan agar tidak menimbulkan temuan hukum di kemudian hari," paparnya.


Ketiga, terkait adanya beberapa sub-kegiatan dengan realisasi 0,00 persen di sejumlah OPD, Junaidi menyebut hal itu perlu menjadi bahan evaluasi internal, namun tidak perlu dibesar-besarkan menjadi isu kegagalan.


"Itu adalah dinamika teknis di lapangan. Bisa karena gagal tender, perubahan regulasi pusat, atau pergeseran anggaran untuk penanganan prioritas yang lebih mendesak. Yang terpenting, sisa anggaran tersebut tidak hilang, dan akan menjadi d awal yang kuath untuk membiayai program Membangun Desa dan Menata Kota di APBD 2026," tegas Junaidi.


*Harapan TIM JITU: Hilangkan Ego Sektoral*


Menutup keterangannya, TIM JITU menyampaikan harapan agar seluruh OPD solid, kompak, dan menghilangkan ego sektoral.


"TIM JITU berharap seluruh OPD teamwork, solid, berkolaborasi, dan menghilangkan ego sektoral antar pejabat OPD agar sukses program LABUHANBATU CERDAS DAN BERSINAR, MEMBANGUN DESA, MENATA KOTA di bawah kepemimpinan Ibu Bupati dr. Hj. Maya Hasmita, http://Sp.OG., M.K.M. bersama Wakil Bupati H. Jamri, ST. WTP sudah kita raih, sekarang waktunya kerja bersama menata kota dan membangun desa," tutup Ismail Alex.


_Keterangan Foto: Kepala BPK RI Perwakilan Sumut Paula Henry Simatupang menyerahkan penghargaan Opini WTP LKPD TA 2025 kepada Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, http://Sp.OG., M.K.M._.          


Berita nelma

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama