PEKANBARU,PP- Kota Pekanbaru saat ini tengah melangkah menuju status kota metropolitan. Kementerian Pekerjaan Umum telah menetapkan Pekanbaru sebagai salah satu kota prioritas pembangunan nasional.
Pembangunan infrastruktur penunjang seperti jaringan jalan tol dan integrasi kawasan Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar, dan Pelalawan) menjadi fondasi utama transformasi wilayah ini.
Seiring perkembangan tersebut, kebutuhan akan layanan transportasi umum yang memadai juga meningkat. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru diperkirakan membutuhkan 100 hingga 120 unit armada untuk melayani 15 koridor utama dan wilayah penyangga secara optimal.
Saat ini Pemko Pekanbaru baru memiliki sekitar 70–75 unit bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) untuk 15 rute. Jumlah itu belum mampu menjangkau seluruh wilayah, khususnya kawasan pemukiman padat.
Operasional harian bus TMP juga belum maksimal akibat kendala perawatan teknis dan keterbatasan biaya operasional. Kondisi ini membuat waktu tunggu penumpang atau headway menjadi lebih lama.
"Untuk optimalisasi layanan, kita perlu tambahan sekitar 30–45 unit armada baru. Fokusnya pada armada feeder ukuran sedang dan kecil agar bisa menjangkau wilayah penyangga," ujar sumber di Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Senin (28/7/2026).
Dengan tambahan armada tersebut, diharapkan konektivitas antar wilayah di Pekanbaru dan kawasan Pekansikawan bisa semakin baik. Layanan transportasi publik pun diharapkan menjadi pilihan utama masyarakat.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho sebelumnya menegaskan komitmen Pemko untuk terus membenahi sektor transportasi.
"Ke depan kita akan terus kebut pembenahan. Tujuannya agar masyarakat nyaman dan tidak tergantung lagi pada kendaraan pribadi," tutupnya. (Adv)

Posting Komentar